Berita

Kadin Sumut Diharapkan Undang Investor Konstruksi Kelistrikan
20 June 2011 15:18
Foto: DISKUSI GM PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIP) Jaringan Sumatera, Bintatar Hutabarat (tengah) berdiskusi dengan para pengurus Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) bidang energi, pertambangan, dan kelistrikan yang dipimpin Wakil Ketua Ir Tohar Suhartono (kanan deret kesatu), di Medan, Rabu (1/6)
 
 
MedanBisnis - Medan. Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadin Sumut) diharapkan bisa mengundang investor bidang konstruksi atau pengadaan material mekanikal dan kelistrikan untuk membangun pabrik di Sumut. Sebab bila diwujudkan, maka proses pembangunan proyek-proyek kelistrikan bisa dikerjakan dengan biaya yang lebih rendah lagi.

Harapan itu disampaikan oleh General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIP) Jaringan Sumatera, Bintatar Hutabarat, saat menerima kunjungan delegasi pengusaha bidang pertambangan dan kelistrikan yang tergabung dalam Kadin Sumut di Medan, Rabu (1/6).

Didampingi beberapa staf terkait, Bintatar menerima delegasi Kadinsu seperti Wakil Ketua Bidang Pertambangan, Eenergi, dan Kelistrikan Ir Tohar Suhartono, Gumala Harahap, Hendra Utama, serta beberapa lainnya.

Harapan itu dilontarkan karena selama ini proses pengadaan peralatan atau perangkat proyek pembangunan sejumlah pembangkit kelistrikan membutuhkan biaya yang cukup besar.

"Bagaimana enggak besar, karena yang mengerjakan proyek kelistrikan biasanya harus membeli semua teknologi yang dibutuhkan dari luar negeri. Bisa dari Jerman, Jepang, dan negara lainnya," kata Bintatar.

Ia yakin peluang untuk membangun industri yang terkait konstruksi atau infrastruktur kelistrikan memiliki peluang dan pasar yang baik di Sumut. Sebab dalam beberapa tahun ke depan, PLN UIP Jaringan Sumatera mendapat tugas dari kantor pusat untuk membangun transmisi kelistrikan di banyak daerah di propinsi ini. Selain itu, pada tahun depan pihaknya akan membangun sejumlah pembangkit berkapasitas besar di Naganraya, Aceh, dan Sumut.

"Yang di Naganraya itu kapasitasnya 2x100 MW, sementara yang di propinsi kita akan dibangun di daerah Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, dengan kapasitas 2x220 MW. Proyek-proyek ini adalah yang belum bisa terselesaikan pada 2011 ini karena banyaknya hambatan non-teknis yang kami temui di lapangan seperti keharusan mendapatkan izin HO dan IMB dari daerah-daerah yang dilalui jaringan pembangkit yang kami bangun di daerah-daerah tingkat dua, serta kendala lainnya," ujar Bintatar.

Sementara Tohar Suhartono dalam kesempatan itu menyebutkanhal ini ini menjadi peluang bagi para pengusaha di Sumut untuk mencari mitra kerjasama dari daerah atau negara luar. Namun, pihaknya juga berharap proyek-proyek kelistrikan yang dirancang pihak UIP bisa direalisasikan secepat mungkin, dan tidak lagi mengalami penundaan.
Sebab, sejauh ini tercatat banyak keluhan dari para pelaku usaha yang kecewa dan tidak jadi menanamkan modalnya ke Sumut karena tidak didukung oleh daya listrik yang sesuai kebutuhan industri. "Kami berharap setiap rencana proyek yang akan dibangun pihak UIP bisa direalisasikan, agar mampu menjadi daya pikat Sumut dalam mendatangkan investasi, termasuk dari investor luar negeri. Kalau listrik memadai, industri datang, maka akan banyak tenaga kerja potensial yang bisa diserap. Angka pengangguran bisa ditekan, dan selanjutnya, kami yakin ekonomi propinsi ini bisa lebih baik lagi," tegas Tohar Suhartono.


Galeri

Tidak Ada Galeri

Share to Facebook Share to Twitter Stumble It Email This More...

  Kembali         Cetak

© Copyright, 2010 - Kadin Sumatera Utara Indonesia. Designed by Webindo