Berita

Tender tol Kuala Namu Okt.
Sejumlah investor Asia berminat
25 April 2011 08:34

BISNIS INDONESIA

JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum akan membuka tender proyek jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebinq Tinggi senilai Rp4,93 triliun pada Oktober, setelah sempat tertunda karena dianggap kurang komersial oleh investor.

Kepala Badan Pengatur Jalan Ibl (BPJT) Ahmad Ghani Ghazaly mengatakan saat ini proyek sepanjang 60 km tersebut dalam proses persiapan lelang.

"Kami sedang me-review FS [feasibility study]-nya dan membahas dengan Pil [PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia) untuk mendapatkan jaminan. Rencananya mulai Oktober akan ditender," ujarnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Mur-janto mengakui keengganan investor karena ruas tol tersebut dianggap kurang layak.

Untuk, menarik minat investor, pemerintah akan mengambil porsi pengerjaan konstruksi Me-dan-Lubuk Pakam-Kualanamu sepanjang 25,12 km, yang lelang-nya dilakukan dengan menggunakan dana pinjaman dari Pemerintah China sebesar USS150 juta.

"Sekarang sedang lelang konstruksi Medan-Kualanamu, diharapkan pada Juli sudah tanda tangan kontrak dan Agustus telah memasuki tahap pengerjaan fisik, sehingga ditargetkan dapat segera beroperasi pada 2013. Kalau lelang investasi keseluruhan (Me-dan-Kualanamu-Tebing Tinggi] rencananya Oktober."

Menurut Djoko, pihak investor nantinya tidak hanya mengerjakan konstruksi fisik dari Lubuk Pakam-Tebing Tinggi, tetapi juga mengelola seluruh ruas tol mulai dari Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 60 km dengan nilai investasi Rp4,93 triliun.

"Bila [Bandara] Kualanamu sudah beroperasi, baru terlihat komersialnya. Untuk itu, sekarang pemerintah mengambil porsi Medan hingga Kualanamu dulu untuk memperlancar arus lalu lintas ke bandara yang rencananya dapat beroperasi pada 2012."

Menurut rencana, dalam poses lelang ruas Medan-Kualanamu-Tebing tinggi pemerintah akan menawarkan proyek tersebut kepada investor dengan skema public private partnership (PPP) dan direncanakan selesai pada 2015, sehingga dapat terkoneksidengan jalan tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera).

Asing tertarik

Wakil Ketua Kadin Sumatra Utara Jonner Napitupulu menjelaskan saat ini telah ada beberapa investor yang tertarik dengan ruas jalan tol yang akan melewati Bandara Kualanamu tersebut.

"Sudah ada yang tertarik seperti dari Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan China," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pembangunan ruas tol Medan-Kualanamu-Te-bing Tinggi harus segera dipercepat penyelesaiannya salah satunya dengan adanya andil pemerintah pusat dan daerah, sehingga dapat menarik minat investor.

Pasalnya, saat ini para investor banyak yang menilai secara komersial ruas tol tersebut belum memadai karena frekuensinya masih rendah selain karena terhalang persoalan lahan.

"Mungkin masih ada beberapa sunk cost [biaya investasi yang hilang] yang menjadi beban pemerintah. Untuk mendongkrak itu perlu ada share pemerintah pusat dengan daerah, karenajalan tol Kualanamu itu wajib [selesai]. Kalau tidak, nanti [Bandara] Kualanamunya selesai, jalan tolnya enggak selesai."

Pada tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp 180 miliar guna pembebasan tahan proyek jalan tol ini yang saat ini telah mencapai 60%.

Dalam skema PPP, pemerintah akan mendanai pembebasan lahan US$75 juta dan sebagain konstruksi jalan tol yang diperkirakan mencapai US$400,52 juta dengan masa konsesi yang diberikan kepada investor 35 tahun. 02)

Galeri

Tidak Ada Galeri

Share to Facebook Share to Twitter Stumble It Email This More...

  Kembali         Cetak

© Copyright, 2010 - Kadin Sumatera Utara Indonesia. Designed by Webindo